Parte Fourty - One

1565 Kata

Tirta langsung melakukan mobilnya dengan kencang selepas mengantar Casya. Casya sendiri juga tidak semangat, awalnya dia memang ingin mengerjakan pekerjaan yang tertunda malah benar-benar tidak dia kerjakan. Memandangi ponselnya yang tergeletak di meja kerjanya, melihat pesona dari Sky yang membuatnya bimbang. Tirta pun tidak mengirimkan pesan sama sekali, padahal dia tahu Tirta pasti sudah sampai. Ah, ada apa dengannya? Akhirnya Casya memutuskan untuk membuat secangkir kopi karena dia tidak bisa tidur. Sebuah pesan masuk kembali terlihat di layar ponselnya. Rahyan: lo di mana? Besok bisa datang ke rumah nenek? Enggak penting tapi lumayan perlu. Sebisanya kapan, sekalian ajak Tirta. Pesan Rayhan mengingatkannya kembali akan pesan Sky yang bahkan belum dia balas. Tapi semenit kemudia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN