Parte Thirty - Six

1595 Kata

Casya dan Tirta pulang ke apartemen Casya setelah mengantar Kirana di depan gerbang rumah kedua orang tuanya. Tirta sengaja untuk tidak singgah karena takut akan ditanya mamanya dengan pertanyaan tanpa henti, kebetulan Casya masih di sini dia tidak ingin membuat citranya jelek walau sudah dibongkar oleh adik kesayangannya itu. "Mampir dulu ya? Aku buatin teh hangat, kayanya perut kamu belum mendingan sih itu," ujar Casya. Tirta uang ditanya apalagi ditawari untuk mampir sebentar jelas mengiyakan saja. Kapan lagi kesempatan datang. Apalagi tadi Tirta memang mengeluh perutnya mulai tidak enak, itu pasti karena makan sambal pedas terlalu banyak. Dan, alhasil perutnya mules dan ditertawakan oleh Kirana tadi saat mereka jalan untuk pulang dari toko buku. "Enggak jadi kencan dong kita," uja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN