Banyu terbangun dan kebingungan saat mencari-cari bahwa di sampingnya tidak ada Stella. Waktu menunjukkan pukul tiga dini hari. Seharusnya masih terlalu pagi untuk seseorang seperti Stella sudah bangun. Pintu kamar mandi terbuka, yang jika diartikan berarti tidak ada orang di dalam sana. Tapi Banyu tetap beringsut turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi untuk mengecek lebih jauh lagi. Dan benar. Persis seperti dugaannya, tidak ada siapa-siapa di sana. Karena khawatir, langsung saja Banyu bergegas keluar dari kamar. Menuruni anak tangga dengan langkah tenang. Di lantai satu, tepat di sofa panjang yang biasa Stella duduki untuk menunggunya pulang bekerja, gadis itu terbaring dengan televisi menyala di depannya. Beberapa waktu belakangan, Stella memang kesulitan untuk tidur. Semakin jau

