Banyu tidak tahu seberapa cepat dirinya melompat dari mobil dan berlari ke dalam rumahnya. Ia sebenarnya malas untuk mengakui bahwa seseorang seperti Rangga, seseorang yang selalu ia anggap tidak memiliki pemikiran yang benar, ternyata bisa mempengaruhinya sampai sejauh ini. Berkat Rangga, ia sampai kebut-kebutan di jalan raya agar sampai ke rumahnya lebih cepat. Tentu hal itu ia lakukan semata-mata agar dirinya bisa segera menemui Stella. Gadisnya yang sejak kemarin malam tidak ia ajak berbicara. Sampai di bagian dalam rumahnya, Banyu segera berjalan ke arah sofa. Memasang senyum lebar dan bersiap mengejutkan Stella dengan reaksinya yang sudah menunjukkan bahwa dirinya sudah tidak marah lagi. Tapi sesampainya di sofa, senyuman yang sudah terukir sempurna hilang begitu saja. Tidak ada s

