Setelah hari panjang yang pertama kalinya dilewati Stella dan Banyu, hari-hari keduanya berjalan lebih harmonis. Stella tidak sungkan menunjukkan keinginannya pada Banyu, begitu pula dengan Banyu. Ada semacam keterikatan yang perlahan dirasakan keduanya. Bukan hanya sekadar perasaan pertemanan, tapi juga perasaan nyata antar suami istri. Banyu menyadari bahwa perasaannya pada Stella yang belum hilang sepenuhnya menjadi semakin kuat. Mekar layaknya bunga baru yang lahir dari tangkai dan pohon yang sama. Namun, lebih indah karena tidak hanya bisa dilihat olehnya, tapi juga dinikmati hanya untuknya saja. Sementara Stella percaya bahwa perasaan sayang untuk Banyu memang sudah tumbuh sejak lama, tapi kali ini berbeda. Stella belum mencintai Banyu, tapi sekarang Stella sangat yakin bahwa Banyu

