Raka berlari menuruni tangga, berusaha dengan cepat mengejar seseorang yang menatapnya dari celah pintu seng yang menghubungkan tangga dengan atap. Ia masih belum menemukan orang itu, dan semakin penasaran mengapa dia harus berlari ketika Raka memergokinya. Dia tidak melakukan tindakan kriminal apapun—atau setidaknya itulah yang Raka pikir. Sekadar mengintip apa yang dilakukan orang lain sebenarnya bukan perkara yang terlalu besar. Apalagi, dia hanya melihat Raka berjalan di atas undakan atap. Tidak ada kegiatan rahasia sama sekali. Raka mengelilingi area yang mungkin akan dilewati oleh orang itu. Ia bahkan sama sekali tidak tahu apakah yang melihatnya melalui celah pintu itu laki-laki atau perempuan. Raka hanya melihat matanya, menatap tajam tanpa berkedip seolah sedang sangat fokus mem

