Tidak Ada Maaf

1011 Kata

Zhia dan Fia terlibat pembicaraan serius namun dibalut dengan suasana santai. Dari awal pertemuannya dengan Zhia, ia yakin dengan kemampuannya. Fia kali ini melihat sendiri kepiawaian Zhia bernegosiasi dengan dirinya mengenai pekerjaannya. "Saya pastikan Ayah kamu mendapatkan pengobatan yang layak. Selain biar beliau juga paham jika partner bisnisnya sudah tidak layak untuk dipertahankan, Pak Abdullah harus tahu kualitas anaknya." "Terima kasih, Mami. Semakin saya yakin akan kembali ke Surabaya jika saya memiliki Mami disana. Bukan berarti saya membenci Ayah saya, tidak. Saya memaklumi tindakan beliau." Zhia menjeda ucapannya ketika melihat seseorang yang begitu ia kenal melihatnya. "Ada apa, Zhia?" Fia yang semula biasa saja, mengerutkan alisnya penasaran. Ada apa hingga Zhia berubah m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN