Mirna dan Putri bergegas ke rumah sakit dimana Abdullah dirawat. Keduanya sama-sama takut jika terjadi sesuatu dengan Abdullah. "Gimana keadaan Ayah, Mas." Putri datang menghampiri Ega yang duduk di kursi luar ruangan Abdullah berada. "Sepertinya Abdullah kecapekan, Putri, Mirna. Saya minta maaf jika akhir-akhir ini kita memang sibuk." Danu yang baru saja datang dengan membawa minuman dingin menghampiri mereka. "Ayahmu baik-baik saja, kata dokter memang harus istirahat. Ini sudah warning kedua dari dokter kalau memang harus rehat sejenak." Ega mengusap puncak kepala Putri untuk menenangkan. "Boleh kita masuk ke dalam?" Mirna yang tidak sabar ingin melihat keadaan suaminya mengajak anaknya masuk ke dalam ruangan. Tubuhnya lunglai melihat Abdullah tergolek tak berdaya di ranjang rumah

