Tidak pernah terpikirkan sedikitpun oleh Jihan. Hidupnya akan berubah semengerikan sekarang. Hidup terkurung di sebuah rumah, yang jauh dari keramaian. Ia pun tidak tahu di mana kini keberadaanya. Semenanjak kejadian yang memalukan tersebut, Rendra mengurung Jihan di sebuah rumah kecil. Dengan penjagaan yang begitu ketat. Semuanya dilakukan oleh pria paruh baya itu agar ia tidak kabur seperti dulu. Bukan hanya itu, Rendra selalu datang menemui Jihan untuk melampiaskan hasrat haramnya. Pria paruh baya itu berdalih agar Jihan bisa segera hamil dan secepatnya bisa lepas dari penjaranya. Seperti malam ini, Jihan pasrah saat Rendra menikmati setiap jengkal tubuhnya. Seraya memaju mundurkan pinggulnya untuk mencapai pelepasan. Demi apapun. Jihan merasa dirinya lebih murahan di dibandingk

