Chapter 72

1034 Kata

Ketika laki-laki itu membuka kamar kakaknya ternyata kakaknya tengah tertidur pulas, dan dia tidak berani mengganggunya. Akhirnya Rama menutup kembali pintu kamar Angel, kemudian dia beranjak ke dapur. Dia menyimpan makanan kakaknya, lalu dia menikmati makanannya. Pukul 20.00 malam. Tubuh Angel bergerak, dan dia mulai membuka matanya. "Mmmh .... " Gumamnya merenggangkan badan. Dia mulai mengumpulkan nyawanya. Beberapa saat kemudian, dia melihat layar ponselnya. Ketika dia melihat jam menunjukkan pukul 8 malam, gadis itu beranjak dari tempat tidurnya. Tap Tap Tap Dia masuk ke dalam kamar mandi, dan membasuh wajahnya. Tidak lama Angel keluar dari kamarnya, dan menghampiri adiknya yang tengah berada di dalam kamar. "Ram," panggilnya setelah membuka pintu. "Ya," sahut Rama.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN