Kinan menunduk kan pandangan nya karena merasa tak enak dengan pemandangan di depan nya dimana Dina dengan santai nya berdiri dari kasur dan melenggang masuk ke dalam kamar mandi dalam keadaan telanjang, sementara lelaki tampan yang tadi menyetubuhi Dina sedang mengenakan kembali pakaian nya yang sudah kusut dengan sedikit tergesa gesa karena tak enak dengan asisten bos nya itu.
Pemandangan seperti ini sebenar nya sudah sering di lihat Kinan saat memasuki ruangan bos nya untuk mengingat kan kembali jadwal jadwal rapat namun tak membuat Kinan terbiasa, tadi dia berencana ingin mengingatkan bos nya bahwa rapat akan di mulai 2 jam lagi dan mereka harus segera bersiap untuk pergi ke lokasi rapat karena sore ini rapat akan di adakan di salah satu kantor cabang.
Lelaki tampan tadi sudah selesai menggunakan kembali pakaian nya dan segera pamit untuk pergi.
"tolong sampai kan pamit ku kepada ibu bos" bisik nya lirih dengan kedipan menggoda pada asisten Dina yang memang lumayan cantik jika harus disanding kan dengan bos nya.
Kinan memutar bola mata nya jengah.
"apa saya harus menyiapkan makanan dulu untuk anda nona?" tanya Kinan sedikit mengeraskan suara nya karena Dina sedang berada di kamar mandi dan terdengar gemercik air, bos nya sedang membersihkan diri dari cairan percintaan panas nya tadi.
"tak perlu" balas Dina juga sedikit berteriak
'tumben' batin Kinan karena biasa nya bos nya ini akan meminta di siap kan makanan setelah aktivitas bercinta nya yang sudah menguras energi membuat nya menjadi lapar.
"aku akan makan sembari rapat saja" ujar Dina setelah beberapa saat berada di dalam kamar mandi dan menyelesaikan kegiatan mandi nya.
"kau sudah mengabari OB untuk membersihkan kamar ku?" tanya Dina menoleh pada Kinan sambil berjalan ke arah lemari pakaian yang terletak di ujung ruangan kamar kantor nya ini
"sudah nona"
"menurut mu warna pakaian apa yang cocok aku pakai sore ini?" tanya Dina sembari memilah milah pakaian kerja nya yang sudah pasti kebanyakan rok pendek yang menampilkan kaki jenjang nya yang mulus dan seksi.
"saya rasa warna maroon bagus nona" Kinan memberikan saran seperti biasa nya pada Dina dan Dina segera menuruti perkataan asisten nya itu mengambil sebuah setelan berwarna merah maroon dengan rok yang pendek di atas lutur nya dan blazer yang sedikit seksi.
"pilihan mu bagus sekali" Dina terkekeh pelan
"apa kau mau ku pilih kan seorang lelaki Kinan?" lagi lagi Dina menawarkan pada asisten cantik nya itu seperti yang sering dia lakukan sebelum sebelum nya.
"tak perlu nona" Kinan menjawab tergagap
"apa kau mau ku tawar kan pada Black?" goda Dina pada asisten nya karena mengingat tatapan Kinan pada tuan Black pagi tadi saat rapat.
"jangan nona" jawab Kinan panik karena takut nona nya ini akan benar benar melakukan nya karena memang Dina adalah orang yang akan selalu menepati perkataan nya.
Dina terkekeh geli melihat reaksi asisten nya itu sembari melepas handuk bertelanjang bulat dengan santai di depan asisten polos nya dan memakai pakaian pilihan Kinan.
Kinan yang sudah terbiasa dengan aktivitas di depan nya itu masih sedikit terkagum kagum dengan bentuk tubuh bos nya ini karena memang sangat menggiurkan, mulus seksi semua berada pada porsi yang pas. Wajar saja para lelaki rela menjadi b***k s*x nya, dia yang wanita saja rasa nya tergiur melihat lekuk tubuh di hadapan nya ini apalagi lelaki.
Tuan Black pun pasti akan tergiur jika melihat tubuh polos nona nya ini tapi kenapa nona nya tidak tertarik sama sekali pada Tuan Black ya? apakah karena mereka satu spesies? fikir Kinan geli.
"ayo" ajak Dina karena sudah selesai bersiap siap, wanita itu tak perlu memakai riasan berlebihan hanya mengoleskan lipstik tipis pada bibir merah muda nya karena memang dia sudah terlahir dengan wajah yang sangat cantik.
Kinan segera berlari kecil mengejar langkah bos cantik nya dengan tergesa gesa.
***