Vincent buru-buru keluar dari kantor setelah menyelesaikan semua pekerjaannya. Dia baru saja mendapatkan kabar dari salah satu anak buahnya bahwa Cherly berada di halte sendirian. Langit sore yang biasanya terlihat indah kini tampak seperti langit malam. Angin hitam dengan jutaan air hujan membasahi kota Jakarta. Tanpa berpikir panjang Vincent langsung menuju ke tempat di mana Cherly terjebak hujan sendirian. Dia membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi agar segera sampai di tempat tunangannya. Bahkan Vincent menerobos lampu merah karena tidak mau menunggu terlalu lama. Dia sangat khawatir pada Cherly yang kehujanan di halte yang pastinya sepi. Mungkin ia akan menerima konsekuensinya nanti, yang terpenting baginya sekarang untuk menjemput Cherly. Ketika sampai di halte yang dimaksud oleh

