54

1535 Kata

Vincent yang tadinya akan membeli sarapan kini kembali masuk ke dalam rumah sakit dengan berlari. Ia mengabaikan panggilan dari Peter yang terus memanggil namanya dan bertanya ada apa. Tidak ada waktu untuk menjawab karena ia benar-benar harus memastikan sesuatu. Ketika sudah sampai di depan kamar inap Cherly, ia bisa melihat semua orang sedang menangis di depan sana. Tanpa menunggu lama lagi Vincent langsung masuk ke dalam kamar inap itu. Tangannya terkepal erat saat melihat beberapa suster sedang melepas alat bantu pada tubuh tunangannya. Ia langsung menyingkirkan orang-orang itu agar tidak melepas alat-alat medis yang masih melekat pada badan Cherly. "Apa yang kalian lakukan hah? Kalian mau membunuh pasien?" Bentaknya dengan keras. "Maaf tuan, alat-alatnya harus kami lepas karena jen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN