“Ya jelas untuk menghancurkan Sani,” ucap Putri dengan nada penuh kepastian, seolah rencana busuk itu adalah hal yang paling masuk akal di dunia. Matanya menyipit, bibirnya mencebik sinis. “Kamu jelas sudah tahu itu, Dira. Tapi sayang sekali, semuanya gagal.” Putri berdecak kesal, lalu perlahan menarik sudut bibirnya membentuk senyum miring—senyum yang sama sekali tak menyiratkan kebaikan. “Seandainya rencana itu berhasil, Sani pasti sudah sangat-sangat hancur. Bahkan dia tidak akan berani lagi memperlihatkan wajahnya yang menyebalkan itu di depan siapa pun.” Kata-kata terakhir Putri langsung membuat Dira mengerutkan dahi. Ada rasa bingung, ada pula rasa penasaran yang tiba-tiba menusuk. “Maksud kamu apa, Put? Bukannya rencana itu cuma sampai Bagas tidur sama Sani?” tanyanya hati-hati, m

