Di ruangan luas yang terletak di lantai 45 sebuah gedung pencakar langit, Dominic tengah duduk dengan serius di balik meja kerjanya. Pemandangan kota yang terbentang dari balik dinding kaca tak sedikit pun mengalihkan fokusnya. Beberapa dokumen penting terbuka di hadapannya, jari-jarinya yang panjang dengan lincah membalik lembar demi lembar, memeriksa setiap detail dengan ketelitian khas seorang pemimpin. Ruangan itu didesain dengan gaya modern minimalis, dipenuhi furniture berkelas dan perabot yang memancarkan wibawa. Hening, namun penuh tekanan. Di atas meja kerjanya yang terbuat dari kayu ebony mahal, terpahat jelas nama: Dominic Harrison—Direktur Utama Harrison Group. Nama itu bukan sekadar ukiran, melainkan simbol kekuasaan dan tanggung jawab besar yang kini ia pikul. Saat Dominic

