Pukulan Keras

1269 Kata

“Aku minta maaf sama kamu… aku minta maaf untuk semua yang udah terjadi,” ucap Reno dengan nada pelan namun penuh tekanan, “Aku benar-benar menyesal untuk semuanya, San.” Sani menatapnya sekilas, lalu mengalihkan pandangan. Wajahnya datar, tapi nada suaranya dingin. “Semuanya udah lewat, Ren. Aku udah nggak ingat sama semua itu… dan aku juga udah memaafkan kamu.” Ucapan itu terdengar seperti formalitas semata—tidak ada kehangatan, tidak ada sisa emosi. Bagi Sani, permintaan maaf Reno itu datang terlalu terlambat, seperti hujan yang baru turun setelah tanah sudah retak dan kering bertahun-tahun. Mendengar kata ‘memaafkan’, senyum lebar muncul di wajah Reno. “Syukurlah kamu udah memaafkan aku. Aku pasti sedih seandainya kamu belum bisa memaafkan aku.” Suaranya terdengar sedikit lega. “Ud

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN