Ruangan dengan wangi disinfektan terasa sunyi. Pagi ini tidak ada satu orang pun yang menunggu Elvan, Jihan memilih pulang semalam hampir tepat tengah malam. Awalnya dia ingin sekali menunggui suaminya namun penolakan serta pengusiran dilakukan oleh Elvan karena enggan melihat Jihan dan mencoba untuk berpikir atas apa yang diucapkan oleh Jihan padanya tadi sore. Untuk sementara Elvan benar-benar hanya ingin sendiri. Jujur dalam lubuk hati paling dalam Elvan, ada rasa welas asih pada Jihan. Karena biar bagaimanapun wanita itu masih sah menjadi istrinya sehingga perlu baginya untuk masih menjaga perasaan Jihan. Akan tetapi, cinta yang teramat besar untuk Crystal memang tidak bisa mengalihkan hal lain selain rasa ingin segera menjadikan Crystal miliknya. Dia sadar penuh apabila sikapnya m

