BAB 13

1690 Kata

‘Devina’      Sungguh aku menyesal karena harus berurusan dengan laki-laki ini. Bukan, bukan karena sifat konyol atau mesumnya. Tapi karena daya tarik yang dimilikinya sebagai seorang pria. Bayangkan saja, sudah seminggu ini ia mengajar. Dan selama itu pula kami menjadi pusat perhatian. Bukan kami, tapi tepatnya Rega. Ya, dia menjadi populer dan pusat tatapan mulai dari remaja tanggung sampai ibu-ibu setiap kami berangkat. Siapapun yang kami lewati akan menoleh dua kali demi melihat lelaki ini. Bahkan pernah di tengah perjalanan kami terpaksa harus berhenti karena ada seorang bapak-bapak yang menghadang jalan kami. Ia melihat kami bergantian, lalu tanpa diduga beliau mengenalkan putrinya pada Rega yang masih berusia sekolah tersebut. Rega mengernyit mendengarnya, dengan senyum yang dipaks

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN