Papa mengamati ruangan Rega tanpa berbicara apa pun meski sudah lima menit beliau duduk di sana. Papa tampak kesulitan menemukan kata yang tepat untuk mulai pembicaraan. Semua yang telah ia pikir mendadak terasa kelu diujung lidah. Tidak bisa keluar sama sekali. Sementara Rega menunggu perkataan yang akan keluar dari mulut ayahnya. Namun lelaki paruh baya ini tidak juga bersuara, dengan tidak sabar akhirnya Rega memilih untuk menginterupsi dulu. Terlalu lama dekat dengan Papa membuatnya jengah. “Jadi bisa jelasin semuanya saja secara cepat? Rega nggak mau nunggu lama.” Indra langsung mengalihkan tatapan dari lukisan yang terpajang di sudut dinding ke arah putranya setelah mendengar tanya itu. Dihelanya napas dengan pelan, kemudian dia mulai berbicara. Menjelaskan semua dan semampuny

