START A NEW GAME

1013 Kata
Mereka semua berkumpul di aula kerajaan, yang dihadiri oleh beberapa dewan tertinggi. Untuk membahas penyerangan pada Erios beserta pasukannya. Khazayn mengembuskan nafas beratnya. Tanda kegelisahan menyelimuti pikirannya. Ditambah lagi Rebecca yang gagal mengajak para pemimpin kerajaan untuk ikut serta dalam peperangan mereka. Dengan dalih bahwa mereka tidak yakin bisa mengalahkan Erios. Mereka lebih memilih berpindah kedimensi manusia untuk menghindari kiamat mereka. "Seluruh kaum Florence telah diubahnya menjadi monster mengerikan untuk melawan kita. Jika kita membunuh mereka itu sama saja menciptakan kiamat tersendiri bagi kerajaan Florence yang telah dibangun oleh mendiang kakek buyutku," ucap Khazayn mulai membuka suaranya. Mereka semua menyimak dan mencoba cara lain. "Jika saja itu dilakukan oleh benang sihir, maka kita tinggal mencari sumbernya. Tapi kali ini ... Hal semacam itu hanya dilakukan oleh mahkluk yang memiliki sihir yang kuat seperti Erios. Sihir itu akan hilang, apabila sipemilik nya sudah tiada," saut Century dengan pengetahuan nya. Disela kebingungan mereka. Miki datang secara tiba-tiba mendekati perkumpulan mereka. Diikuti oleh Alexis dan juga Alden disana. Sebelum itu, Miki juga telah mendengar semua permasalahan mereka. Sehingga dia hadir untuk menengahi. Sosok Miki kini tidak lagi seperti remaja, melainkan pria dewasa yang gagah dan berani. Selama bertahun-tahun juga Miki tidak hentinya mencari ilmu yang tersembunyi didalam dirinya selain memanggil para mahkluk untuk membantunya dalam Medan perang. Dan saat ini... Miki sudah cukup percaya diri dan berani untuk melawan Erios. Dia yakin dengan keahliannya. Dia pasti bisa sangat membantu. "Hal itu tidak bisa membuat kita urung untuk menyerang Erios. Ketahuilah bahwa dia memiliki kelemahan tersendiri. Dia diliputi ketakutan yang hebat saat mengetahui Khazayn sudah berada disini untuk menyerangnya. Sebab itulah dia menjadikan para kaum Florence sebagai kelemahanmu. Maka dari itu. Kau tidak perlu khawatir memikirkan nasib para kaum. Aku akan menggiring mereka untuk masuk kedalam jeratan rantai sihir milik Alden. Sehingga mereka tidak bisa menyerang kita. Yang akan kita hadapi nanti hanyalah Erios beserta pasukannya. Tidak akan aku biarkan kaum Florence ikut menyerang kita," ucap Miki dengan lugas. Ada sebuah kelegaan didalam diri Khazayn mendengar ucapan Miki. Perhatian mereka kini beralih pada sekumpulan para assassin yang baru saja tiba disana. Dengan pedang yang terselip dipinggung mereka masing-masing. "Kami telah siap untuk ikut serta dalam pertarungan," ucap pemimpin para assassin yang memegang sebuah gada berpaku dan memain-mainkan ditangannya. Sesuai kesepakatan yang pernah Zach dan Zara buat dulu. Karena telah membantu Para assassin selamat dari kutukan mereka. Kini saatnya para assassin itu membalas kebaikan mereka dan menepati janjinya. ******* Mereka kini telah berkumpul dan bersiap untuk melakukan penyerangan. Dengan pasukan kerajaan hanya berkisar ratusan orang saja. Alger dan Alexis yang mulai berubah kewujud monster mereka. Para assassin yang sudah siap dengan pedang mereka. Sementara Khazayn sendiri berada diposisi paling depan sebagai pemimpin pertarungan. Dan Rebecca sendiri ... Dia masih sibuk membujuk dan mengancam para pemimpin kerajaan. Sedangkan Zara masih tetap berusaha untuk membuat Zach sadar dan membuka matanya. Krakkkkhhh ..... Krakkkkhhh. Ditengah-tengah perkumpulan mereka itu. Terdengar suara seekor burung yang Menggelegar dari atas, disusul dengan bunyi genta yang menggema, membuat suasana semakin mencekam. Ternyata diatas tubuh burung yang besar itu telah berdiri Miki dengan gagahnya. Diikuti oleh Alden dibelakang nya dengan menunggangi burung yang sama. Ketika mereka mulai memasuki kerajaan Florence. Tiba-tiba saja sebuah serangan muncul. Berupa anak panah yang memiliki kobaran api diujungnya dan melesat dengan cepat kearah mereka. Dengan sigap. Khazayn mengeluarkan tameng kristalnya untuk menghindari serangan itu. Sayangnya tameng itu tidak cukup muat untuk melindungi mereka semua, hingga puluhan pasukan kerajaan mereka banyak yang tewas akibat serangan itu. "k*****t !! Sepertinya Erios telah menyadari kedatangan kita," ucap pemimpin assassin itu. "MIKI ... SEKARANG !!" Teriak Khazayn padanya. Dengan keahliannya, Miki langsung membuat para kaum Florence yang terkena sihir Erios. Untuk mendekati Alden. Mereka pun fokus melakukan tugas mereka dengan para kaum yang berubah menjadi monster. Alexis dan ayahnya Alger telah menerjang anak buah Erios yang terlihat bringas dan brutal. Mereka tidak kalah mengerikan dari perwujudan Alger sendiri. Mereka melawan Cerberus yang merupakan sang anjing penjaga.  Cerberus adalah anjing yang khusus ditugaskan untuk menjaga portal kerajaan Florence yang dibawah pengaruh Erios. Tak imut seperti anjing biasa, Cerberus memiliki tubuh yang besar dan tiga kepala yang menjadi simbol dari masa lalu, masa kini, serta masa depan. Mereka sangat ganas dan akan memangsa habis mahkluk yang tertangkap olehnya. Sementara itu ... Khazayn tengah bersiap melawan monster yang tidak kalah mengerikan. Mahkluk yang menyerupai Empusa, sering kali digambarkan dengan sosok perempuan yang memiliki sayap seperti kelelawar dan rambut dari api. Satu kakinya berupa kaki keledai sedangkan yang lain terbuat dari perunggu. Ia sering menyamar menjadi perempuan untuk memikat para lelaki. Setelah si korban tertipu, ia akan mengisap darah mereka hingga tetes terakhir. Empusa juga sering memangsa laki-laki yang sedang tidur. Dan saat ini ... Empusa berada di pihak Erios untuk melawan Khazayn. Dengan prediksi serta kecepatan nya yang diatas rata-rata. Tidak sulit bagi Khazayn untuk melumpuhkan Empusa. Serangan Empusa yang terlihat biasa saja membuat Khazayn dengan mudah mematahkan serangan nya mentah-mentah dan membalasnya dengan berkali-kali lipat. Sehingga Empusa terlihat kewalahan menghadapi Khazayn. Sadar bahwa Empusa tidak akan mampu melawan Khazayn yang kuat, seorang diri. Erios mengirim kembali iblis yang menjadi pasukan terkuatnya. Yang mewariskan keturunan hebat seperti Typon anaknya. Iblis yang memiliki tubuh layaknya naga namun dengan jumlah kepala yang tak terhitung. Begitu Khazayn membuat Empusa tak berkutik dengan bongkahan es yang tepat mengenai jantungnya, kini Khazayn melesatkan pedangnya untuk memotong satu kepala dari iblis yang menyerupai naga itu. Sayangnya ketika Khazayn memotong satu kepala naga itu. Telah muncul kembali dua kepala di tempat yang sama. Sehingga hal itu membuat nya terperangah kaget. Dan hal itu dimanfaatkan sang naga untuk menyerangnya dengan menyemburkan api hitam yang keluar dari mulutnya sehingga mengakibatkan terhuyung nya tubuh Khazayn dengan luka bakar yang cukup serius. Untungnya dia masih tetap sadar. Hanya saja rasa sakit akibat luka bakar itu berkali-kali lipat dia rasakan hingga dia mengerang kesakitan. "KHAZAYN, MUNDUR !!" teriak Alexis yang mengambil sementara arena pertarungan pada iblis itu. Dengan buasnya, Alexis menerkam dan mencabik naga itu. Namun sayang, naga itu terlalu kuat untuk dilawan oleh Alexis seorang diri, sehingga Alger ikut membantunya melawan iblis yang menyerupai naga itu. "MENUNDUKKK !!" *****
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN