"Kau konyol Mekuza. Bagaimana mungkin hal seperti itu kau anggap sebagai hadiah?" Khazayn mengucapkannya dengan tatapan aneh. Namun hal itu membuat Mekuza sedikit menaikan sudut bibirnya. "Mungkin kedengarannya memang aneh. Namun hal itu sangat berarti bagiku, Khazayn. Tolong... Biarkan aku selalu didekatmu. Aku tidak akan mengganggu kalian. Aku berjanji," ucap Mekuza dengan bersungguh-sungguh. Tatapannya membuat Khazayn merasa iba. Tidak pernah Khazayn peduli dengan perasaan orang sebelumnya. Namun melihat Mekuza, membuatnya luluh dan mengangguk pelan sebagai jawabannya. Sementara itu, Mekuza tersenyum senang. Matanya berbinar penuh kebahagiaan. Meski sedikit memaksakan kehendaknya, Mekuza sadar siapa dirinya. Khazayn tidak mungkin mencintainya. Dia hanya hadir sebagai figuran disan

