Kepergian Mas Amran ke rumah mama semalam benar-benar membuatku tak tenang bahkan tak bisa tidur dengan nyenyak. Apalagi tak ada handphone untuk menghubungi atau sekadar tanya kabarnya. Layar handphoneku hancur karena kecelakaan kemarin dan Mas Amran janji akan membelikan handphone baru untukku setelah pulang dari rumah mama. Menunggu Arumi sampai jam besuk tiba rasanya juga terlalu lama. Tak sabar ingin cerita banyak hal dengannya, apalagi soal Lala. Barang kali dia bisa membantuku memecahkan masalah Mas Amran ini. Setidaknya agar mama tahu siapa menantu kesayangannya itu. Jika Mas Amran tak mau membuka aib Lala di depan siapapun demi janji dan menjaga perasaan mama, kurasa aku bisa mengambil alih tugasnya bukan? Aku akan cari bukti sendiri siapa Lala sebenarnya dan membongkarnya di d

