Gino dan Cintya kini duduk di ruang tamu dengan suasana yang tegang. Cintya tak berani menatap Gino, walau penasaran juga kenapa Gino sudah pulang di jam segini. Biasanya kan pria itu selalu pulang tengah malam. "Apa yang kamu lakukan di sana?" Gino bertanya dengan nada datar dan dingin. Matanya menatap tajam ke arah Cintya yang tak berani mengangkat kepala. "Apakah selama ini kamu selalu sengaja mengunjungi rumah tetangga kita tersebut? Sudah berapa lama?" Gino bertanya lagi. Cintya tak menjawab, masih dengan kepala menunduk. Dia menggigit bibirnya sendiri, panik dengan keadaan sekarang. "Aku bosan di rumah terus. Aku hanya mencari teman saja," jawab Cintya dengan suara yang sangat pelan. Gino tertawa sinis mendengarnya. "Harus seorang laki-laki? Kamu pikir aku bodoh apa? Kamu masuk k

