Pengakuan

902 Kata

Luka di sudut bibir Adam masih terlihat walau tak terlalu parah. Namun hal itu berhasil menarik perhatian keluarga Calista saat Adam mengantarkan Calista pulang. "Aku yakin sepertinya Gino yang membuatmu terluka." Alvin berkata pada Adam yang duduk di depannya. Adam kini berada di ruang keluarga bersama seluruh anggota keluarga Calista. "Memang dia pelakunya," balas Adam dengan senyuman kecil. "Orang tuamu bagaimana?" Rendi bertanya dengan penasaran. "Mereka baik-baik saja, Om. Mereka memaklumi sikap Gino sekarang. Mereka memilih untuk membiarkan Gino menenangkan diri dan menjernihkan pikiran. Tak ada masalah serius," jawab Adam. Rendi menghela nafas pelan mendengar itu. Tetap saja dia khawatir anak perempuannya jadi sebab masalah dalam keluarga orang. "Baguslah jika begitu. Semoga sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN