Rafel mengikuti saran Pak Wira untuk mengundang Litani datang ke rumah utama. Keesokan harinya setelah Litani mengkritik penampilannya pagi itu, dia mendatangi paviliun yang ditinggali Litani. Namun sayang Rafel tidak bertemu dengan gadis itu. “Oh, Tuan yang menyewa rumah utama, ya. Tapi Non Lita sedang keluar, Tuan. Ada wawancara kerja katanya. Berangkat pagi-pagi banget tadi, takut macet,” jelas Bik Mila, asisten rumah tangga yang membantu di paviliun. “Dia gadis yang cukup gigih rupanya.” “Non Lita emang nggak bisa diem orangnya. Tuan tidak masuk dulu? Saya buatkan secangkir teh,” tawar Bik Mila. Hatinya cukup tergelitik untuk mengenal lebih jauh sosok Litani dari sudut pandang ART-nya. Rafel juga ingin tahu sedikit banyak seluk beluk paviliun serta rumah utama dari sudut pandan

