65. Keras Kepala

1402 Kata

Rafel memanggil Litani ke ruangannya. Kali ini tidak ada protes dari Litani. Gadis itu berjalan menuju ruangan Rafel dengan langkah penuh percaya diri seperti biasanya. Setelah mendengar suara berat Rafel mempersilakan masuk, Litani mendorong pintu ruangan itu lalu menutupnya kembali saat berada di dalam. Terdengar suara helaan napas Rafel memenuhi ruangannya yang sepi dan kedap suara. “Baiklah,” ucapnya tiba-tiba bersuara. “Setelah proyek kita selesai, kamu bisa kembali ke lantai 10 dan berkumpul bersama para junior seperti maumu. Tapi aku tetap akan memanggilmu untuk menjadi partner tetapku kalau aku memang membutuhkanmu. Sebenarnya sudah sewajarnya kamu menjadi senior arsitek dan orang kepercayaan bos pemilik kantor perusahaan arsitektur mengingat semua pengalaman, kompetensi dan kual

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN