Rafel masuk kembali ke kamar rawat inap. Dia melihat Litani tidak tidur. Tatapan gadis itu seperti menerawang entah memikirkan apa, Rafel sesungguhnya ingin tahu, tapi dia segan untuk bertanya. Terlebih Litani baru saja bertemu dengan mantan kekasihnya. Jadi dia memutuskan untuk mendekati ranjang untuk melihat kondisi Litani lebih dekat tanpa berniat untuk mencari lebih jauh hal apa yang kini sedang dipikirkan oleh gadis itu. Setiap kali melihat kondisi gadis itu, ada satu sisi di ruang hati Rafel terasa seperti disayat-sayat. Dia merasa tidak terima pada kondisi yang menimpa Litani. Dia berjanji akan mencari tahu orang yang sengaja mencelakai Litani dan harus bertanggung jawab sepenuhnya atas kesakitan yang dirasakan oleh Litani. “Menurutmu apa kejadian buruk yang menimpaku adalah mur

