“Muka apa cucian kotor? Lecek amat,” tegur Amar, tetangga kubikel sekaligus satu-satunya teman Litani di lantai sebelas. Karena arsitek yang lain berada di lantai sepuluh. Yang berada di lantai sebelas adalah arsitek yang telah lolos seleksi menjadi arsitek paling kompeten versi Rafel. Harusnya ada empat arsitek senior di lantai sebelas. Namun Rafel belum menetapkan lagi arsitek junior yang akan naik ke lantai sebelas mengikuti jejak Litani dan Amar. “Belum ngopi gue dan bos yang katanya rendah hati itu sudah memberikan tumpukan pekerjaan di hari pertama kerja,” ujar Litani sarkas. “Ya, lo juga. Pakek acara telat di hari pertama kerja. Itu namanya tutorial mempersulit hidup.” “Gue bangun kesiangan dan terjebak macet.” “Emang apa yang bikin lo bangun kesiangan?” “Entahlah. Semalam

