Akhirnya, momen yang mungkin sudah dinantikan sekaligus menjadi yang paling ditakutkan oleh Ros terjadi juga. Dengan rasa gugup yang tak dapat ditutupi, Ros mulai mengulurkan tangannya dan menempelkannya pada telapak tangan Taji yang terbuka. Keduanya kontan memejamkan matanya tenang. Saat pertama kali Ros menempelkan tangan ke tangan Gagah untuk menelusuri ingatan pemuda itu dulu, Ros hanya melihat sekelebat saja. Sekalipun ada warna aura dan energi makhluk tertentu, Ros hanya bisa melihat di beberapa orang saja. Itu juga jika aura atau energi yang sedang ada pada makhluk tersebut memang sangat kuat dan dominan. Jadi, ketika ia melihat masa lalu dari kacamata Gagah, Ros hanya seperti melihat potongan demi potongan bayangan saja. Ros tak dapat mendengar suara, atau melihat dengan jelas da

