banyak orang tua yang masih belum teredukasi dengan baik tentang betapa pentingnya pendidikan di dunia yang fana ini #ciyee elah wkwkwk. Intinya, banyak orang yang masih kolot dan mikir kalau semua itu gak menjamin kesuksesan. bener sih, cuma kan ya ... kalo lo sekolah pasti lebih mudah menjalani hidup yang keras ini. bukan begitu, fergusso? atau lo punya jawaban lain? yuk mari kita nyanyi. ting - ting bukan permen, ting- ting bukan biskuit ... hayooo apaan? wkwwkk - kevriawan, 2020
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
Bab 13 : Pendidikan Penting Enggak, Sih?
Kenapa, sih pendidikan itu pentingnya pake banget? Ini gue kutip dari Mbak Henny, dicatut dari kompasiana tapi ini versi gue, ya. Nah, jadi bukan cuma ibu - ibu tadi aja nih, genks yang berdebat soal pendidikan. Banyak juga orang yang berpikir bahwa pendidikan itu penting, tapi tidak sedikit pula yang berpikir bahwa pendidikan itu tidak penting. Apalagi bagi masyarakat yang tinggal di pedesaan maupun daerah terpencil, mereka menganggap pendidikan itu tidak penting. Bagi mereka, lebih baik bekerja daripada sekolah. Alasan utamanya sudah pasti bisa ditebak, karena jika bekerja mereka bisa mendapatkan uang, sedangkan sekolah hanya buang - buang uang saja. Ditambah lagi dengan kondisi saat ini yang sangat susah mencari pekerjaan. Maka dari itu, sekarang gue akan mengajak lo semua untuk membahas tentang pentingnya pendidikan.
1. Memberikan pengetahuan. Efek langsung dari sebuah pendidikan adalah memberi pengetahuan. Pendidikan memberi kita banyak pengetahuan tentang berbagai hal dan segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia ini, pendidikan juga dapat memberikan pandangan bagi kehidupan. Membantu kita membentuk sudut pandang kehidupan, dlsb.
2. Untuk karir / pekerjaan. Jika diatas tadi saya mengatakan bahwa salah satu alasan orang menganggap bahwa pendidikan itu kurang penting karena sekolah ataupun tidak sekolah tetap susah cari kerja. Nah dari itu kita ubah pola pikir kita bahwa dengan berpendidikan kita akan mudah mendapat pekerjaan, tetap berusaha dan berfikir positif.
3. Membangun karakter. Kembali lagi bahwa pendidikan itu sangat penting bagi kita, karena tidak hanya memberi kita pengetahuan akan tetapi mengajarkan kita pada sopan santun dan hal- hal yang benar . pendidikan memupuk kita menjadi individu dewasa ; individu yang mampu merencanakan masa depan dan mengambil keputusan yang tepat dalam hidup. Dan pendidikan yang baik akan membuat kita lebih manusiawi.
4. Memberikan pencerahan. Pendidikan menghapuskan pemikiran yang salah dalam benak kita, membantu memberikan gambaran yang jelas tentang hal-hal yang berada disekitar kita agar tidak kebingungan. Pendidikan mampu mengobarkan api semangat dalam diri, semangat untuk mencari hal-hal yang belum diketahui, semangat bertanya, semangat dalam menjalani kehidupan. Maka pendidikan mampu memberi pencerahan bagi siapapun.
5.Membantu kemajuan bangsa. Meskipun tidak terdaftar dalam 3 kebutuhan dasar manusia, pendidikan adalah sama pentingnya. Pendidikan dapat membantu kemajuan bangsa karena masa depan bangsa aman ditangan masyarakat yang berpendidikan. Pendidikan adalah penting bagi pembangunan sosial dan pertumbuhan ekonomi bangsa.
Itu adalah alasan secara artikel dan mungkin umumnya alasan yang beredar luar di masyarakat, ya genks. Sedangkan menurut gue sendiri, pendidikan ini sebenarnya adalah suatu alat yang bisa mengubah bangsa ini. Yap, sampai segitunya. Seperti yang kita ketahui bahwa sistem pendidikan di negara - negara maju sudah sedemikian rupa. Mereka mendidik bibit - bibit generasi muda dengan basic value yang menurut gue enggak akan ada di negara berkembang. Mental juara, sikap gentle seorang pemenang, pemimpin yang luar biasa, itu semua lahir dari pendidikan yang baik dan totalitas, genks! Yang mana memang secara mirisnya belum bisa menyentuh negeri ini, sehingga kalau kita mau pendidikan yang lebih bagus jadi harus merogoh kocek lebih dalam.
Lalu, melanjutkan dari topik pembahasan sebelumnya soal orang - orang sukses yang DO dari kampus atau sekolah … duh, please … ini sudah 2020, bukan lagi zaman kuda gigit besi. Gue sudah bilang bahwa itu semua bullshit, kenapa sih masih saja di percaya? Kalian tahu kenapa SDM Indonesia itu sangat rendah? Salah satunya ya karena para orang tua masih pikir -pikir sampai jaman jebot kalau keluar uang menyangkut pendidikan. Beberapa orang tua juga berpikir bahwa kualitas pendidikan Indonesia rendah karena kualitas guru juga rendah. Nah, kenapa bisa begitu?
Oke, sekarang begini, kita bahas hubungannya sama kualitas sarjana pendidikan ya. Pertama, dalam setiap survei tentang jurusan favorit manakah yang mayoritas dipilih siswa SMA untuk kuliah, pasti baik di saintek (sains teknologi) maupun soshum (sosial humas) tidak akan muncul nama jurusan kependidikan di 10 besar survei itu, dan secara logis, jurusan yang paling diminati itu adalah jurusan yang peminatnya banyak sehingga masuknya sulit, dengan kata lain persaingannya ketat. Nah yang bisa memenangkan persaingan ketat tentulah anak-anak dengan kemampuan tinggi secara akademis dan intelektual kan. sehingga dapat disimpulkan anak-anak cerdas akan bersarang di jurusan favorit tsb seperti teknik informatika, teknik elektro, akuntansi, hukum, HI, psikologi, dll. Selain itu memang sebagai jurusan favorit, tentu passing gradenya tinggi. rata-rata dalam unbk 2019 kemarin paling rendah harus diatas 600-an untuk bisa masuk jurusan favorit di kampus favorit.
Dilansir dari quora, menurut pengalaman Bobby Setjaguna, dia menyatakan begini gaes:
Menurut guru gue, alasan kenapa kualitas guru di Indonesia masih kurang begitu baik adalah karena gaji dan standar kesejahteraan guru di Indonesia masih sangat rendah. Setidaknya jika dibandingkan dengan profesi lain, seperti profesi dokter, pengacara atau pekerja swasta. Apalagi kalau standarnya mengacu pada negara-negara yang pendidikannya sudah maju. Seperti Singapura, Finlandia atau Belanda. Indonesia sangat jauh tertinggal! Karena di negara-negara tersebut percaya atau tidak profesi guru merupakan profesi yang memiliki gaji tertinggi diantara profesi lain.
Kok soal gaji sih? Tanya gue sok tahu ...
Menurut beliau, gaji guru yang tinggi walaupun bukan faktor mutlak, merupakan sebuah faktor yang memberikan sumbangan yang cukup signifikan terhadap maju atau tidaknya pendidikan di suatu negara. Karena gaji yang tinggi akan menciptakan persepsi di masyarakat bahwa profesi guru merupakan pekerjaan yang bergengsi. Istilah lainnya mungkin merupakan pekerjaan impian ya!
Dan ketika masyarakat di suatu negara sudah memiliki persepsi bahwa profesi guru merupakan profesi yang sangat bergengsi (dan juga mensejahterakan), maka dengan sendirinya lulusan-lulusan terbaik di negara tersebut akan berlomba-lomba untuk menjadi guru. Dan otomatis persaingan yang ketat dan kompetitif akan terjadi.
Nah, bayangkan kualitas guru seperti apa yang akan dihasilkan jika sebagian besar pelamarnya merupakan lulusan terbaik dari yang terbaik?
Tentu saja yang akan dihasilkan adalah guru yang terbaik pula!
* * * * * to be continued * * * * *
By the way, kalau kalian merasakan sama seperti apa yang Jono rasakan, boleh banget langsung di tap LOVE nya gaes. Atau bisa juga kalau kalian mau add cerita ini ke library atau perpustakaan. Supaya kalau next time saya update, kalian enggak ketinggalan beritanya, hihiw~ Oke deh, kalau gitu see you in the next chapter ya!
Bye ....