“Tidak perlu mencemaskan hal itu, Tiara. Ini waktunya kamu menunjukkan siapa dirimu sebenarnya. Kamu berhak untuk mempertahankan apa yang menjadi milikmu.” Perkataan Puti terasa terngiang-ngiang di dalam benak Tiara. Saat ini, dirinya tengah bersiap untuk memasakan makan malam, dan tetap saja tidak bisa mengalihkan pikirannya dari pembicaraan terakhirnya dengan Puti yang ternyata berpamitan serta menitipkan Darka selama dirinya dan Nazhan kembali ke Kuwait untuk memeriksa perusahaan dan bisnis mereka di sana. Puti ternyata sudah mengetahui masalah Darka yang masih belum lepas dari gaya hidupnya sewaktu melajang. Puti dan Nazhan sudah melakukan segala hal yang bisa mereka lakukan sebagai orang tua, dan kini keduanya menyerahkan semuanya pada Tiara. Kini tinggal Tiara yang ber

