Sulis memeluk Tiara dengan erat dan menggerutu, “Ah kamu terlalu manis. Sayang sekali kamu menikah dengan b******n seperti Darka.” Tiara mengernyitkan keningnya sesaat sebelum bertanya, “Em, Tiara kenapa kamu terus menyebut Darka sebagai b******n?” Sulis melepaskan pelukannya dan menatap Tiara dengan penuh rasa tidak percaya. Ia bertanya, “Kamu bertanya seperti itu karena benar-benar tidak tahu, kan?” Tiara yang mendapatkan pertanyaan tersebut tentu saja mengangguk. “Iya, aku tidak mengerti dengan alasanmu menyebut Darka sebagai b******n secara berulang kali,” ucap Tiara jujur. Sulis menghela napas panjang dan mengurut pelipisnya yang terasa tegang. “Inilah alasan mengapa gadis manis sepertimu tidak boleh menikahi b******n seperti dia! Aku tidak rela!” seru Su

