Brak “VAYE!!!!!” Teriakan Jay membangunkan, ehem mengejutkan Vaye yang tengah tertidur dengan nyamannya. Tubuh Jay bergetar hebat, menatap Vaye yang tengah mengucek matanya malas dengan tatapan horror. Sangat horror. Jay bahkan hampir lupa bagaimana cara baginya untuk bernafas kini. Setelah beberapa nyawanya kembali, Vaye akhirnya melayangkan tatapan maut dengan mata setajam silet. “Apa?” ketusnya kesal. Jay masih mematung, sebelum mengeluarkan suaranya yang sungguh sangat kencang dan tidak disarankan untuk didengar. “KAMU AKAN MENIKAH HARI INI!!! KENAPA KAU TIDAK MENGATAKANNYA PADAKU?! KAU SUDAH TIDAK MAU MENGANGGAPKU SEBAGAI KAKAKMU LAGI HAH?!” Tak Jika ada efek emosi yang pas untuk keadaan Vaye saat ini, mungkin kaca retak dengan latar belakang hitam adalah yang terbaik. Wajahny

