41.

1202 Kata

Biar saja orang lain sibuk menyakiti, yang terpenting tetaplah jadi manusia rendah hati. *** “Mulai sekarang, jangan anggap aku pacar kamu lagi! Kita sama-sama makhluk asing yang nggak sengaja ketemu di bumi, dan aku memilih mundur—aku berhenti.” Bangkit mematung di tempatnya berdiri, kosa kata yang diucapkan gadis itu menyiratkan sesuatu yang menyakitkan, dan Bangkit sama sekali tak suka. Ia berjalan menghampiri Permata yang masih diam menatap jendela, tapi saat dua langkah hampir sampai—tangan kanan Permata terangkat—meminta Bangkit agar berhenti. “Jangan lanjutkan, jauh-jauh dariku. Kamu siapa, dan aku siapa.” “Gue Bangkit, dan elo Permata.” “Kamu tahu itu, dan dua manusia yang kamu sebutkan nggak akan menyatu.” Permata benar-benar berbicara tanpa menoleh, seolah ia berkata pada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN