Aku ingin keluar dari lembah mengerikan ini, tanpa kungkungan juga terungku yang mirip belati. —Mutiara Senja— *** Mutiara turun dari taksi, wajahnya sembap, ia rela mengeluarkan uang pecahan seratus ribu sebanyak lima lembar demi menghabiskan air matanya seraya berkeliling Jakarta tanpa tujuan, gadis itu hanya meminta supir untuk membawanya sepanjang rute yang biasa taksi itu lalui, dan Mutiara terus menangis di dalam seraya mengingat semua kebodohannya. Taksi sudah berlalu, tapi ia masih berdiri di depan gerbang tinggi rumah besar itu tanpa berminat membukanya, tatapan Mutiara kosong, ia seperti kehilangan separuh miliknya, kenapa kembali ke Indonesia justru membuatnya kian sesak? Bukankah hal itu yang sejak lama ia inginkan? Dua orang pria berpakaian ala satpam serba hitam berkacam

