18.

1453 Kata

Masa lalu kamu membenciku, Saat ini kamu memperhatikanku. Apa masa depan kamu mencintaiku? *** Permata sudah seperti sapi yang ditarik pemiliknya ke mana pun, ke dalam kantin pun ia pasrah karena Bangkit terus saja memegangi tangannya, enggan melepas—apalagi Permata bersikukuh untuk tak menutupi lukanya dengan plester. "Duduk!" perintah Bangkit pada gadis yang kini menghempas pantatnya dengan pasrah di salah satu kursi kantin yang kosong, orang-orang yang kebetulan juga berada di sana menatap mereka dengan kening berkerut. Jangankan mereka, Permata saja belum percaya dengan perubahan sikap Bangkit yang dadakan itu. Jangan-jangan ada udang di balik batu, patut dicurigai. Bangkit pun enggan memusingkan bagaimana orang-orang berpikir tentangnya dan Permata saat ini, ia melangkah menghamp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN