Ia yang paling berharga adalah ia yang selalu menjagamu, merapal namamu di tiap doanya, dan ia yang selalu ingin bahagia saat kau di dekatnya. *** Berulang kali ia terbangun, sebenarnya suhu di kamar tidak panas—bahkan dingin karena turun hujan cukup deras, tapi gadis itu berkeringat cukup banyak. Ia mengusap peluhnya lantas beranjak, Permata melihat jam weker di atas nakas yang menunjukan pukul tiga pagi, masih perlu beberapa jam lagi untuk menantikan arunika berpendar. Ia menguap, kembali merebahkan tubuhnya dan memejamkan mata, tapi tetap saja Permata mengubah posisi tidur berulang kali sampai ia kembali beranjak. Ia memilih turun dari ranjang, lantas keluar kamar menghampiri dapur. Bunyi rintik hujan cukup kentara di atap rumah, tapi kenapa suasana begitu panas, ia sampai menghabis

