"Hei?" panggil Yovan mencolek lengan Kirana. "Mmm?" gumamnya. Yovan mengulum senyum memandang Kirana yang masih membuang muka sejak keluarganya pulang satu jam lalu. Gadis itu hanya menyibukkan diri dengan ponsel. "Nggak boleh lama-lama pegang HP saat cairan infus masih berjalan, nanti jalannya bisa terhambat kalau lengannya di tekuk kayak gitu." Kirana masih tak ingin menatapnya,"Cuma balas chat teman kerja kok." "Ya udah jangan lama-lama." "Iya." Yovan menunggu pacarnya itu selesai sembari mempersiapkan beberapa keperluan pengobatan di atas meja troli. Menggunting kain kasa dan menyusun-nyusun beberapa kapas. Juga membersihkan alat-alat berbahan stainless itu dengan kain steril. Sekilas dia melihat Kirana menyunggingkan senyum tipis entah karena apa. Sudah lewat lima menit,

