Sejak dari parkiran RS. Kirana terpaksa mengikuti langkah Yovan yang tergesa-gesa, jika saja lelaki itu tidak menahannya untuk lanjut pulang. Mungkin sekarang dia sudah rebahan di atas kasur. Nggak ngerti, dan nggak tahu juga sama jalan pikiran Yovan. Kirana lebih memilih menuruti saja. Dia juga tidak tahu bagaimana prosedur pekerjaan seorang dokter. Jika di banding dengan dirinya yang hanya pegawai kantoran, jika sudah waktu pulang ya pulang, tidak akan di panggil untuk balik ke kantor lagi. Berhubung dokter itu adalah salah satu pekerjaan yang mulia anggap saja Yovan sedang menjalaninya sekarang. Sebuah lorong serba biru, Yovan membuka salah satu pintu ruangan di sana. Yang dia ingat itu ruang pribadi Yovan. "Ran, kamu tunggu di sini dulu nggak apa-apa? Aku mau lihat pasienny

