Menghirup aroma yang sudah lama sekali dia rindukan sesaat Yovan mendorong pintu rumah. Di sana Kirana menemukan ibu paruh baya yang tampak terkejut melihat kedatangannya. "Mbak Kiran!" Yanti setengah berlari kearahnya dan memeluk. Termasuk pelukan ini juga Kirana merindukannya. "Kenapa nggak bilang-bilang kalau pulangnya sekarang, kan Bibi bisa memasak masakan yang enak-enak," jelasnya,"Mas Yovan juga nggak ngabarin Bibi sih." Yovan mesem."Kirana katanya udah kepengen banget pulang Bi, makanya dadakan." Yanti mengusap air mata bahagia dari pelipisnya. "Bibi senang Mbak Kiran udah sehat." Kirana tersenyum simpatik. "Papa mana Bi?" "Ada di kamar, ayo Bibi antar ke sana." beliau mengambil alih kursi roda yang di duduki Kirana dari Yovan," Mas Yovan duduk dulu ya, Bibi bikinin minu

