Titans mengakhiri ciuman beberapa menit kemudian karena pasokan oksigen mulai berkurang. Walau, masih ingin menjelajahi terus mulut Adaline lebih lama lagi. Titans menyeringai sembari memandangi lekat sosok atasannya itu. "Berapa banyak yang sudah kau habiskan, Bosku?" Tawa Titans kontan terlolos karena melihat raut bingung pada wajah memesona bos cantiknya. Membuat Adaline tampak tambah menawan di matanya, tentu saja. "Apa yang kau maksud? Aku sedang tidak bisa berpikir jernih setelah kau menciumku. Kau harus memaklumi jawabanku." Kekehan Titans mengeras karena lontaran kalimat-kalimat bernada polos dari Adaline. Jelas membuatnya semakin merasa gemas akan tingkah yang wanita itu tunjukkan. Dekapan pada tubuh Adaline pun tambah dipererat. Wajah juga didekatkan. Mereka masih saling mem

