Saat itu sudah larut malam. Tang Li dan wanita itu berdiri di pintu masuk gua. Di bawah sinar bulan, mereka hanya bisa melihat wajah masing-masing yang samar-samar. Napas Tang Li menjadi semakin berat. Dia bisa dengan jelas merasakan gelombang panas naik dari tubuh bagian bawahnya, membingungkan pikirannya. Meskipun dia belum pernah mengalaminya sebelumnya, dia mengerti perasaan ini! Dia tampak memikirkan sesuatu dan tiba-tiba melotot ke arah wanita di sebelahnya. Wanita itu menatapnya dengan linglung. Dia terkejut dan tanpa sadar melangkah mundur. Dia ketakutan karena dia merasa bersalah. Dialah yang memberinya obat bius dengan afrodisiak. Dia sangat menyadari kemarahannya. Akan tetapi, apa yang ditakutkannya bukanlah kemarahannya, melainkan apa yang akan terjadi. Dia hanya memper

