“Berhenti! Menatapku! Tuan Singa.” Desis Elvrince tajam. “kenapa? Aku hanya memandangmu saja.” Ucap Dreyhan sambil menaikkan kedua alisnya. “Pandanganmu itu. Membuatku mual. Wajah datar tanpa expresi.” Ucap Elvrince yang mulai kesal. “Lalu, kau ingin aku bagaimana? Menidurimu?” ucap Dreyhan menggoda. Pletaakk “aw...” rintih Dreyhan.”Kau ini apa-apaan” seru Dreyhan dengan nada naik satu oktaf, sambil mengelus jidatnya. “Heh! Aku tidak menerima menjadi kekasihku dan, aku sedang tidak baik-baik saja. Simpan otak mesummu itu..Tuan.” ucap Elvrince tegas dan mantap. “Baiklah. Habiskan sarapanmu!” ucap Dreyhan pasrah. Lalu berdiri dan beranjak keluar. Elvrince terdiam. Ia berpikir apa yang ia ucapkan menyakitinya?. Apa ia terlalu kasar dengan ucapannya, atau dia berpikir jika dirinya tak

