“Jangan pedulikan aku Nanc...kau jaga dirimu baik-baik.” Ucap Elvrince Terdengar helaan nafas panjang dari seberang telepon. Keduanya sama-sama terdiam dengan fikiran masing-masing. Tidak dipungkiri oleh Elvrince jika ia ingin bertemu dengan Nancy, jalan bareng, nonton film aksi atau sekedar karaoke, saling bertukar cerita. Atau mengikuti balap liar. Lagi-lagi ia teringat akan tantangan Brige si preman kutu kupret kampus. “Ah. kau tau, preman kampus yang sering ku ceritakan padamu? Dia menantangku balapan malam ini. Jika aku kalah, aku harus menjadi kekasihnya. Tawaran gila.” Adu Elvrince pada Nancy. “Bagaimana bisa dia menantangmu El, selama ini kau hanya pengendara motor.” Ucap Nancy. “Apa kau disana iku balap liar? Oh, ya ampun.. sudah ku katakan jangan bertingkah yang akan membuatmu

