“Hei, apa yang kau risaukan? Kau pergi denganku, pria tampan dan kaya raya.” Ucap Dreyhan santai. sejak tadi ia pusing melihat Elvrince yang bergerak gelisah diatas pangkuannya. Apa dia lupa jika ia pergi bersama siapa. Tidak hanya membuatnya pusing tapi juga membuat adik kecilnya bisa bangun jika dia terus-terusan bergerak tak beraturan. “Aku ini sedang gelisah! Kalau tidak nyaman turunkan aku.” Ucap Elvrince kesal. Bukannya melepaskan, Dreyhan malah semakin erat memeluk Elvrince. Ia merapikan rambut Elvrince yang berantakan karena dirinya, ia juga mengelus lembut rambut Elvrince. Wangi fruity dari tubuh maupun rambut Elvrince selalu membuatnya nyaman. Satu hal yang Dreyhan inginkan menikahi Elvrince. Ia akan berjuang masuk kedalam relung hatinya yang paling dalam. Ia tidak tahu mengap

