Setelah menjelaskan, Dreyhan segera melangkah ke pintu utama. Ia merogoh ponsel dalam saku celana untuk menghubungi anak buahnya dan mengatakan akan datang. Setelah memberikan kabar, Dreyhan naik ke rooftop dan sebuah helikopter sudah siap menunggunya. Ia melangkar lebar untuk masuk ke helikopter, menyamankan duduknya dan memakai penutup telinga. Setelah ia mengacungkan jempol, Helikopter itu mulai naik dan terbang melewati pepohonan dan semakin menjauh dari mansion rumahnya. Helikopter itu terus melayang kini memasuki kawasan kecil yang indah. Lalu turun di padang rumput yang sangat luas. Dreyhan segera turun dari Helikopter dan berjalan menuju rumah kecil yang terlihat doyong kesamping. Ia melangkah semakin lebar, wajah datar dan aura dingin membuat para pengawal menunduk dalam. Wajah d

