Menangkap Satu Bukti

1146 Kata

“Dexion....” teriak Elvrince sekeras mungkin. Sudah kebiasaannya jika setiap malam ia akan kelaparan dan yang ia inginkan selalu ikan bakar. Koki dirumahnya juga telah menyediakan iman yang siap dibakar, tapi Elvrince menolak karena menurut Elvrince sendiri rasanya sangat berbeda dari ikan yang di dalam kolam. Padahal ikan yang dibeli sama. Salah satu pengawal berlari keluar dan menghampiri Elvrince yang sudah berdiri di jembatan buatan yang melengkung ditengah kolam. “Ada apa Nona? Bisa saya bantu?” seru pengawal yang tak lain adalah Jack. “Aku memanggil Dexion. Bukan kau!” ucap Elvrince sedikit kesal. Hormon ibu hamil yang berubah-ubah membuat Elvrince sering marah tak jelas jika apa yang diinginkan tidak terpenuhi atau yang dimintai lambat. “Nona, Dexion pulang ke negaranya tadi p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN