Agride yang berada disamping Elvrince dan Dreyhan seperti obat nyamuk. Apa lagi pemandangan di depannya seperti disengaja. Senyum manis dan lembut itu seharusnya hanya untuk dirinya, bukan untuk pria lain yang baru hadir dalam hidupnya. Ia yang menjaga dari remaja dan ia juga yang menyayangi. Sekarang, setelah dewasa Elvrince malah mengabaikan dirinya. Ia juga sudah menjelaskan yang sebenarnya tapi kenapa sangat sulit untuk membuka kembali pintu untuk dirinya. Ia berjanji akan memperbaiki bukan? Lalu, apa salahnya memberik kesempatan untuk yang kedua. Bisa dikatakan jika hubungannya dengan Elvrince belum berakhir. Ia tidak mengatakan putus atau memutuskan untuk mengakhiri. Tapi Elvrince lah memutuskan sepihak. Dreyhan melirik ke arah Agride, terlihat wajahnya yang memerah menahan rasa ce

