Waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari ketika Ardan mengantar Vanie pulang ke apartemen. Setelah berargumen sesaat akhirnya Vanie setuju menerima kebaikan hati Ardan untuk mengantar dirinya hingga ke pintu apartemen. Baru keduanya turun dari mobil, seorang pria menghampiri mereka dan memanggil nama Vanie dengan lantang. "Vannie..." Tanpa perlu mencari sang empunya suara, keduanya sudah mengetahui siapa orang tersebut. Bahkan secara bersamaan Vanie dan Ardan menyebutkan sebuah nama, "ADAM" "Ehem...yes, it's me. Ada yang ingin kubicarakan dengamu. Berdua saja." ucap Adam seraya melirik pada adik kembarnya. "Tidak ada lagi yang harus dibicarakan Dam, hubungan kita sudah selesai. Jika kau ingin membicarakan mengenai pekerjaan, aku akan atur waktu ke Surabaya untuk menemuimu." Ada

