Liburan singkat yang diputuskan secara mendadak itu menjadi suatu kenangan indah yang tidak akan dilupakan oleh mereka, khususnya Putra. Kini, wanita yang dimimpikan siang malam sejak semasa sekolah telah resmi menerima cintanya walaupun ada sedikit kekhawatiran dalam diri Putra mengingat nama Adam masih tersimpan di dalam hati Vanie. Cemburu? Itu tidak perlu ditanya lagi, terlebih ketika wanita itu mengutarakan pemikirannya untuk menunggu Adam. Terselip perasaan takut kehilangan jika benar itu terjadi. Bagaimana jika dia berubah pikiran? Atau Adam berhasil merubah keputusan Vanie? "Aku harus cepat bertindak!" katanya dalam hati. "Jangan sampai siapapun menggoyahkan keputusan Vanie." Sekembalinya mereka dari Bali, Putra segera mengatur strategi. Kebetulan dalam waktu dekat kedua orang

